kader keder dan kader militan

    Berbicara kader berarti pemahamannya adalah orang yang diharapkan akan memegang peran penting dalam pemerintahan, partai,  dan sebagainya.

     Dari arti tersebut  berkaitan juga dengan istilah pengaderan yakni peroses , cara, perbuatan mendidik atau membentuk seseorang menjadi kader. 

     Seseorang yang sudah menjadi kader berarti mempunyai tugas atau peran yang tentunya penting baik dalam pemerintahan, partai dan sebagainya.

      Dalam hal ini , kader PKS berarti orang-orang yang diharapkan akan memegang peran penting dalam partai PKS itu sendiri.
     Dimana dalam refleksinya seharusnya apabila seseorang tersebut sudah merasa menjadi kader berarti secara spontan orang tersebut diharapkan mempunyai peranan penting dalam merawat, membesarkan, partai itu sendiri bukan????

    Nah, masalahnya  adalah banyak orang yang mengaku kader tetapi belum bisa memegang peran penting dalam partai tersebut bahkan bisa jadi menjadi kader yang keder he he he.

     Kenapa dikatakan kader yang keder ??? Karena dia  atau mereka tidak menyadari bahwa dia atau mereka  seorang kader yang seharusnya tahu dan faham betul perannya dalam merawat dan membesarkan partai,  Tetapi hanya tau bahwa di partai tersebut ada sesuatu yang dia atau mereka cari entah apa ?
sehingga pada gilirannya ketika partai da,wah ini mengharapkan para kadernya untuk bekerja melayani rakyat justru dia lah atau merekalah yang ingin mendapatkan keuntungan dari wadah partai ini.

    Setiap ada ajang pesta demokrasi seperti pileg, pilpres, pilkada nahhh biasanya kader yang keder tadi berubah 180 derajat menjadi kader yang seolah -olah militan .  Hemmm mirissss !!!!!!

    Berbeda dengan kader militan dimana mereka bersemangat tinggi, penuh gairah dalam memegang peran penting dalam partai tanpa mengharapkan imbalan dan pamrih apapun.

    Lalu pertanyaanya???sudahkah partai melakukan pengaderan secara menyeluruh???agar dapat menghasilkan kader-kader yang militan tadi???.

Jawabannya harus dijawab oleh elemen-elemen partai itu sendiri dari tingkat pusat (DPP), DPW ,DPC sampai tingkat DPRA terutama pada bidang pengkaderan. 

  Karena kita dapati ada ketimpangan-ketimpangan dalam peroses pengaderan  terutama pada titik-titik yang tidak tersentuh atau kurang perhatian dari Aleg yang ada di dapilnya. Kadang hanya merawat para tim eks timsesnya saja yang dirawat.

Sehingga terjadilah kepengurusan organisasi yang didalamnya pengurus-pengurusnya kurang urus.

Sehingga para kader yang seharusnya terawat, terbina akhirnya menjadi kader yang keder yang pada gilirannya hengkang dan menjauh dari partai dakwah kita 
Miris bukan ???  Itu bisa dibuktikan dengan para pengurus Tingkat DPRA yang kurang perhatian dari Aleg terpilih sehingga kurang rawat dan kurang urus he he he .....!!!!
Juga titik -titik basis suara kita yang kurang dirawat dan diperhatikan.
     
     Curhatan ini mewakili perasaaan pengurus kala itu bukan saat ini . Karena saat ini semoga ada harapan baru dengan pengurus baru dengan Aleg yang baru juga.


#by Millah spkk kronjo
# chalenge 12day Relikabtangerang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ayahku Guru Pertamaku

Apa sih Merdeka itu ????

Manfaat Ijazah