sang pedagang baskan (baso ikan) yang gigih

Sebutan namanya Amsir ia adalah pedagang baso ikan (baskan) yang dulu sebelum mangkal di lapak depan  salah satu matrial yang ada di kronjo saat ini . ia keliling dari desa ke desa dari mulai habis ashar sampai tengah malam tergantung habisnya isi dagangan baso ikannya.

Setiap hari ia lalui dengan sabar semangat, demi memenuhi nafkah kluarganya yang kini sudah memiliki 3 orang anak 2 laki- laki dan 1 perempuan. Dari hari ke hari ia lalui peroses dagang baso ikan dengan cara keliling dari mulai ponggok atau dipanggul sampai Alhamdulillah kini sudah mempunyai gerobak dan bisa mangkal di pangkalan lapaknya tidak harus setiap hari keliling dari desa ke desa.

Ia sebenarnya aslinya orang taman kab Serang ia merantau ke kronjo untuk mencari peruntungan menjadi pedagang baso ikan. Allah pertemukan ia dengan salah satu gadis sebut saja leha dan akhirnya menikahlah mereka dan menetaplah di salah satu desa pagedangan udik kec.kronjo.

Leha adalah salah satu murid SMP ku saat aku mengajar di SMPN Kronjo 1 . Dia murid yang cerdas rajin tulisanya Bagus dan sering aku suruh mencatat di papan tulis kala itu sekitar rahun 1998 nan . Dari pernikahan Amsir dan leha muridku itu kami mengenalnya dengan baik dari orang tua (bapak ibunya) sampai ke adik-adiknya.

Leha ini orangnya asyik aku menganggapnya saudara bukan lagi mantan murid krn kedekatannya dan rasa sosialnya yang sangat tinggi. Dia sering membantu kluarga kami kalau kebetulan ada acara apapun di kediaman kami. Keluarga kami pun mengenalnya juga dengan baik sampai kluarga kami dengan anak-anaknya menyebutnya dengan ibu tua, bunde dan lain-lain.  Padahal dia itu semula dari murid SMP ku yang memang dekat begitulah pribadi murid SMP ku yang kini menjadi ibu atau istri Amsir pedagang baso ikan yang mangkal setiap hari di lapaknya.

Leha dan Amsir menjalani usaha berdagang baso ikanya dengan penuh semangat, sabar , tekun dan gigih. Dengan semangatnya itulah Alhamdulillah kini mereka sudah memiliki rumah sendiri dari hasil menabung setiap hari dari hasil jualan baso ikannya tersebut.

Tanpa terasa mereka jalani berualan dagang baso ikan tersebut dari punya anak satu sampai 3 Alhamdulillah mereka jalani dengan sabar.

Anak pertamanya namanya faisal tapi teman-temanya sering memanggilnya ical.  tanpa terasa ical ini Sekarang Sudah kelas 2 SMK jurusan perikanan . Aku merasa bangga pada bapak dan ibunya karena aku tau leha dan amsir cuma lulusan SMP karena mereka berdua tidak sampai melanjutkan sekolahnya Karena kondisi ekonomi keluarganya masing-masing.  Tapi dengan kegigihan mereka kini mampu menyekolahkan anak pertamanya ke SMK yang bergensi pula yah SMK MAUK yang lumayan banyak siswanya di situlah ical belajar kini.

Tidak itu saja mereka berdua sedang menyiapkan tabungan untuk menyicil ongkos haji katanya Subhanallah Rasa haru dan bangga aku pada mereka. Dengan hanya berjualan baso ikan setiap hari tanpa ada rasa gengsi karena masih sangat muda usia mereka tetapi semangat dan kegigihanya  mampu menghidupi kluarga kecilnya dan menata rencana masa depan mereka. Aku salut sebagai guru dari istri Amsir ini .

Karena dikondisi zaman now ini mana ada anak muda yang begitu semangat, gigih istiqamah dalam satu usaha seperti jualan baso ikan yang kalau dilihat dari sainganya(pedagang baso Yang mempunyai tempat yang besar seperti baso gepeng di kronjo ) sepertinya tidak mungkin untuk bertahan seperti saat ini . Tapi karena kegigihannya,  keuletannya mampu bertahan dengan keyakinan rizqi tidak bisa tertukar karena sudah ada porsinya masing-masing. Terbukti daganganya setiap hari laku 
Malah kadang dia tinggalkan kalau sudah waktunya sholat dia tinggalkan dia titipkan pada Allah Untuk menjaganya. Nahh dari sinilah kita bisa melihat Allah memberinya kekuatan, keyakinan  yang luar biasa pada hambanya Kalau sudah rizqinya  tidak akan kemana.  Ia  mencari nafkah untuk Keluarganya tetapi tidak melupakan ibadah mengaharp ridhoanya. 

Dari Sekelumit  kisahnya ini semoga kita bisa mengambil pelajaran bahwa kesabaran, keuletan, kegigihan , istiqamah diiringi dengan do,a serta ikhtiyar in Sya Allah Rizqi tidak akan tertukar asalkan kita berusaha .

#by Millah spkk kronjo
#inspirasi pagi dari pedagangbaso ikan
#chalengge 22 dayrelikabtangerang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ayahku Guru Pertamaku

Apa sih Merdeka itu ????

Manfaat Ijazah