Aku malu masih kalah dengan ibuku

Di bulan ramadhan kegiatan 
mengaji atau tadarrusan Alqur,an sudah tidak asing dan  heran lagi dilakukan oleh seluruh ummat muslim dimanapun berada. Bukan saja kaum bapak, ibu  dan remaja  juga anak-anak . Di bulan inilah mengambil kesempatan yang baik untuk berlomba-lomba dalam bertadarrus qur,an.

Begitupun dengan kegiatan ibuku yang begitu rajin tadarrusan Alqur,an di usianya yang tidak muda lagi. Dengan memakai kacamata plusnya dan qur,an berukuran besar ibuku begitu rajin tadarrusan qur,an sehingga  bisa khatam dalam waktu 1 minggu atau 6 hari . Bila di kalikan 4 minggu ibuku bisa khatam 4 kali atau 5 kali  dalam satu bulan di bulan puasa ramadhan.

Ini bisa diacungi jempol dengan keterbatasan pinggang yang sudah tidak kuat duduk lama- lama dan mata yang harus dibantu dengan kacamata plusnya tapi tidak membatasi kegiatan tadarrusannya di sela-sela waktunya .

Lain halnya dengan putri-putrinya yang salah satunya seperti aku ini dalam 1 bulan puasa ramadhan paling khatam 3 kali apalagi dikurangi dengan masa haid atau menstruasi yang kadang bisa sampai 1 minggu lamanya he he he🙏😪

Begitulah ibu-ibu atau emak-emak tempo dulu   yang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas dalam mengisi hari-hari  di bulan ramdhan dengan bertadarrus Qur,an sebanyak-banyaknya.
Karena mereka tahu pahala yang akan didapat dari membaca qur,an terutama di bulan suci ramadhan akan berlipat ganda nilainya dibanding dengan bulan-bulan yang lainnya. Rupanya ini alasannya banyak ibu-ibu atau emak-emak yang rajin dan tekun bertadaruus qur,an di bulan suci ramadhan karena mereka tahu nilai pahala yang akan didapat.

Daripada berlama-lama di depan televisi dan menimang-nimang  atau menggendong cucu  dari anak-anaknya yang tidak habis-habisnya direpotkan selalu. Mereka lebih asyik dan bermesraan dengan tadarrusan qur,an berlama-lama.

Kadang-kadang membuat saya iri dan malu sendiri dibuatnya karena biasanya ibuku lebih dulu  khatam dalam 6 hari  saya baru di juz ke 9 atau di juz ke 10 he he he.

Walaupun cara tadarrusan era zaman old dan zaman now sangatlah berbeda. Kenapa berbeda karena kalau era zaman old hanya membaca tanpa memahami arti atau terjemahan dari yang dibacanya. Sedangkan era zaman now berusaha untuk tidak sekedar membaca tetapi juga memahami arti atau terjemahannya dan isi kandungan di dalam setiap isi surat dari qur,an untuk mendapatkan hikmah ilmu dan pelajarann yang terkandung di dalamnya agar direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari.  Tidak menjadi masalah kalau  tidak cepat khatamnya dalam bertadarrus qur,an.


Ayooo fastabiqul khoiroot dalam hal kebaikan salah satunya berlomba-lomba menghatamkan qur,an dalam waktu yang singkat sesuai dengan kemampuan dan caranya masing-masing.

#by millah spkk kronjo
#chalenge 5day ramadhan relikabtangerang
#indahnya ramadhab


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ayahku Guru Pertamaku

Apa sih Merdeka itu ????

Manfaat Ijazah