Kisahku Mengenal PKS

Bismillah, kali ini aku akan menulis kisahku awal mula mengenal PKS (partai keadilan Sejahtera). Aku mengenal PKS dari tahun 90 an yang saat itu bukan PKS tapi PK (partai keadilan).

Aku mengenal PKS sejak aku tahu kepedulian PKS terhadap kepedulian masyarakat yang saat itu terkena dampak musibah banjir yang menggenangi rumah-rumah, jalan-jalan utama menuju perumahan warga dan akses jalan menuju Sekolahan tempat mengajarku saat itu.

Aku perhatikan dari mana mereka (yg saat itu pk bekerja sama dengan para mahasiswa atau aktifis yang peduli bencana) mengirim logistik yang sangat banyak dari sembako sampai baju layak pakai yang mereka kirim untuk korban banjir saat itu dalam benakku mereka sangat peduli sekali padahal bukan wilayah atau daerah tempat mereka tinggal.

Yang lebih terharu dan bangga pada pk saat itu masih sangat peduli dengan isi perut korban banjir karena logistik yang mereka alokasikan teryata bukan hanya bahan mentahnya tetapi ada juga yang sudah siap santap alias nasi kotak dan nasi bungkus yang langsung distribusikan kepada korban banjir subhanallah , semakin kagum aku saat itu.

Karena saat itu Sekolahan tempat mengajarku terkena dampak banjir sehingga distribusi dari PK saat itu langsung terasa buat para siswa kami yang terdampak banjir dari mulai bantuan perlengkapan sekolah ( buku, tas, pensil,pulpen dlk) sampai baju layak pakai kami terbantu dari distribusi bantuan yang didistrubusikan oleh PK kala itu yang langsung bekerjasama sama dengan kepala sekolahnya dan bagian kurikulum yang ternyata merupakan bagian pengurus DPC kala itu.

Kekagumanku tidak berhenti sampai di situ. Sewaktu aku menikah dengan suamiku ternyata suamiku juga pengurus DPC di kecamatannya sehingga sampai menikah denganku suamiku  mash bergabung dan menjadi pengurus DPC sebagai bendahara  di kecamatan  tempat tinggalku kini.
 

Aku belum mengerti dan belum gabung saat itu karena suamiku sendiri belum mengajakku secara langsung hanya melibatkanku dalam berbagai kegiatan PK saat itu.

Dengan melibatkan diri dengan kegiatan-kegiatan Partai saat itu secara langsung aku sudah masuk dan gabung dengan sendirinya dengan partai PKS melalui peroses dan berjalannya waktu. 

Karena  sebelum menikah dengan suamiku aku sudah masuk di partai yang lain sebut saja PKB dan menjadi wakil PAC atau Spkk kalau istilah di PKS.  jadi suamiku tidak langsung mengajakku bergabung
Dengan pks karena dia menghargaiku sehingga kita jalan dan berkiprah masing-masing. He he he 😆

Masih teringat dengan jelas sewaktu desa-desa yang ada di kecamatan kronjo seperti desa cirumpak , pasir, pagedangan ilir ,pagedangan udik , deda kronjo yang sebagian terkena dampak banjir tahunan  lagi-lagi kiprah PKS yang konsisten melayani rakyat .

disaat rakyat memmbutuhkan kapanpun tampil di depan langsung turun disaat partai lain, organisasi lain bahkan instansi pemerintah belum turun.

 tetapi pks langsung tanggap membantu  dengan segera mendistribusikan bantuan logistik yang dibutuhkan warga untuk meringankan beban masyarakat tanpa harus berfikir panjang warga yang dibantu pro atau tidak terhadap PKS.

Saat itu suamiku sangat sibuk secara dia menjadi bendahara di DPC nya juga menjadi tuan rumah pendistribusian logistik untuk korban dampak banjir.

 Seingatku pernah 1 mobil box langsung dikirim dari jakarta datang membantu. Dan bantuan beras sampai kurang lebih  8 ton an siap didistribusikan untuk desa-desa terdampak banjir .

Aku yang praktis ikut sibuk juga dan membantu suamiku sudah merasa terpanggil hati ini untuk hijrah partai dari PKB ke PKS bukan karena suamiku PKS tetapi karena PKS sangat konsisten melayani ummat atau rakyat. 

Berangsur-angsur aku menarik diri dari keaktifan di PKB dan hijrah ke PKS dan bergabung bersama suamiku. 

Bukan hanya saja karena konsisten melayani rakyat atau ummat PKS juga konsisten membina kadernya.

Kala itu kami dibina oleh murobbi dari pondok aren (seperti ustad war,an, ustad Sunali LC, ustad Hanan) mereka dari jauh tapi mau membina kami di sini di tempat yang dari tempat mereka demi terbinanya kader yang ada di pelosok seperti kecamatan kronjo yang minim kader.

Di tahun 2009 an suamiku diamanahi menjadi CAD mewakili kecamatan kronjo . Dengan perasaan bingung antara membolehkan atau mensupport atau menolak atau entahlah pada waktu itu. 

Karena bagaimana tidak bingung yang aku fikirkan menjadi calon dewan itu harus punya modal banyak  alias harus punya uang banyak untuk ini dan itu  kita dari mana kita  dua-duanya  hanya guru madrasah .

 Tetapi dengan niat yang tulus dan ikhlas untuk membantu dakwah partai ini kami jalani proses demi proses.

Sembari meyakinkan dengan bismillah kata suamiku meminta izin kepadaku untuk mengemban amanah menjadi CAD dengan no urut 8 waktu itu. Dengan sedikit ada  keraguan aku izinkan  ya sudah bismillah dengan niat berdakwah lewat CAD ini terutama di kec kronjo belum banyak mengenal pks .

 Karena saat itu kronjo lebih mengenal partai lain seperti ppp dan pkb daripada PKS.

Dari sinilah aku berkiprah membantu suamiku dengan mensupport sebisaku suamiku menjadi Caleg . 

Singkat cerita seiring waktu berjalan dengan peroses yang berliku, dari bercampur aduk rasa yang kami rasakan untuk membantu suara pks bisa mendongkrak suara minimal bisa membantu aleg jadi saat itu dari DPR RI nya ustad jazuli, DPRD nya ustad H.Syarifullah dan DPD nya Ustad Abu Ridho .

Alhamdulillah mereka mendapat suara dan bisa membantu menghantarkan mereka itu kebahagian yang tidak bisa terlukiskan bisa membantu lewat bertandem dengan mereka.

Saat itu suara suamiku walau tidak mendapatkan suara terbanyak tapi bisa mewakili  pks kecamatan kronjo menjadi peringkat 4 dari 8 caleg saat itu. 

Dari sinilah PKS dikenal di masyarakat kecamatan kronjo. Mereka mengenal PKS karena sangat peduli dan cepat tanggap bila ada bencana atau musibah seperti langganan banjir yang setiap tahun dialami masyarakt sebagian wilayah kec.kronjo.kemiri, kresek .

Proses-proses itu kami lalui jadi atau tidak jadi  caleg , kami tetap  terus bersama PKS. Malah wawasan ukhuwwah dan silaturrohim kami semakin luas semakin banyak yang kami kenal dan mereka juga mengenali kami sebagai pasangan suami istri yang masih konsisten terhadap PKs. 

Semoga PKS kecamatan kronjo bukan hanya kami  dan kluarga kami yang mengenalnya tetapi seluruh masyarakat kecamatan kronjo diharapkan bukan hanya mengetahui, mengenali tetapi mareka mau masuk dan gabung dengan partai dakwah ini 
Dan tidak ada lagi sebutan kronjo dengan sebutan miskin kader.
Aamiin....ya robbal Alamiin.

#by Millah Spkk kec.kronjo
#challenge 3day ramadhan relikabtangerang
#Aku dan Pks 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ayahku Guru Pertamaku

Apa sih Merdeka itu ????

Manfaat Ijazah