Menelisik tradisi keramas Merang warga babakan Tangerang setiap Menjelang Ramadhan
SETOR 27 DAY
Yuu kita intip bagaimana sih ritual atau tradisi keramas merang itu sendiri selamat menyimak.
Keramas merang merupakan ritual atau tradisi lokal warga babakan yang sejak tahun 1990 rutin dilaksanakan di Bantaran sungai Cisadane setiap kali menjelang bulan suci Ramadhan.
Dalam ritual tersebut masyarakat akan melaksanakan keramas secara berjamaah atau massal menggunakan merang . Ritual yang diikuti oleh anak-anak , orang dewasa serta puluhan lansia itu sebagai tanda pembersihan diri menyambut datangnya Ramadhan.
Wali kota Tangerang Arief Wismansyah mengatakan, tradisi keramasan ini merupakan acara yang tiap tahun diadakan untuk menjaga budaya kota Tangerang agar tidak punah.
Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada para tokoh untuk memperkenalkan tradisi ini pada anak-anaknya agar budaya ini menjadi bagian dari budaya kota Tangerang dan berharap tidak punah dan juga mereka harus menjaga sungai cisadane.
Selain menjaga kebudayaan, Arief menjelasakan, acara ini pun bertujuan untuk menjaga tali silaturrahmi antara warga Tangerang.
"Ritual siraman ini tidak hanya dimaksudkan untuk membersihkam badan dan mempererat tali silaturrahmi, tetapi juga disimbolkan untuk membersihkan hati , jelasnya".
Mandi merang merupakan salah satu bentuk tradisi betawi . Dimana batang padi itu dibakar lalu direndam . Selanjutnya , dioleskan ke seluruh tubuh lalu dibilas dengan air. Saat itu merang menjadi pengganti sampi dan sabun .
Dulu tidak kenal sampo, orang tua memakai merang buat keramas, tetapi sekarang sudah dicampur, ada yang memakai sampo dengan merang soalnya, merang (batang padi) saat ini susah dicari.
Masyarakat yang masih melakukan tradisi menganggap kegiatan keramas bersifat wajib . Jika membersihkan diri sebelum ramadhan , mereka percaya ibadah akan menjadi lebih khusyuk.
Selain mandi keramas, sejumlah warga juga memainkan berbagai alat musik sebagai pertanda datangnya bulan suci ramadhan.
Nah, itulah tadi ritual atau tradisi keramas merang menyambut ramadhan yang pada intinya sebagai tanda pembersihan diri dan hati dalam menyambut datangnya bulan nan suci yaitu bulan Ramadhan.
Berbicara mengenai keramas merang saya sendiri pernah merasakan dan menggunakannya saat masih anak-anak tetapi bukan
sebagai ritual atau tradisi dalam rangka tarhib ramadhan tetapi hanya untuk memperkuat akar rambut saja kata nenekku kalau pengen rambut akarnya kuat , subur, pakailah merang buat keramas yang perosesnya sama yakni batang padi di bakar dahulu lalu direndam ambil airnya he he he jadi teringat zaman 80 an 🤭
مرحبا يا شهر الصيام
#by bu Millah spkk kec.kronjo
#chalenge 27dayrelikabtangerang
Komentar
Posting Komentar