Hidangan Khas Kronjo Di hari Raya Idul Fitri
Lain lubuk lain belalang lain daerah lain pula tradisi dan kekhasan masing-masing. Begitu pula soal khas hidangan spesial di hari Raya baik di idul fitri maupun di idul adha.
Kekhasan hidangan masing-masing terutama kekhasan lokal
seperti nastar, kastengel , putri salju , rengginang, renggining, kembang rose, dodol ketan, wajik, gegetas, kropyok , uli, manisan, tape ketan item, sesagon, kueh rancis, akar kelapa, rempeyek, telur gabus dan lain-lain. inilah tanda kebinekaan bangsa kita.
Seperti hidangan spesial kec.kronjo dan sekitarnya di hari raya baik di idul fitri maupun di hari raya idul adha. Memiliki hidangan spesial sepertinya kurang afdol sekiranya tidak ada atau belum ada di tengah-tengah keluarga di saat hari sepesial itu pula.
Hidangan spesial ini pula tergantung lingkup desa dimana ia tinggal dan lingkungan keluarga dimana dia berada pula.
Seperti kecamatan kronjo yang terdiri dari 10 desa yang masing-masing memiliki ciri khas dan hidangan spesialnya masing-masing. Salah satunya desa dimana saya tinggal persisnya di desa pagedangan Ilir. Namun dari desa itu diperkecil lagi lingkupnya yaitu kampung dimana saya tinggal pula yaitu di kampung sukadiri.
Di kampung sukadiri dimana saya tinggal ada keunikan tersendiri terutama di keluarga saya di hari raya biasanya ada hidangan kueh spesial yaitu uli dan ketan item , sesagon dan kueh rancis buatan ibuku. Karena kediaman kluarga kami didatangi tamu selain untuk berziarah ke makam orang tuaku juga untuk ajang silaturrohiim (open house) sehingga tamu yang datang kita suguhi kueh spesial hari raya yaitu uli yang dibungkus daun pisang di iris kecil-kecil di cocol dengan ketan item yang dibungkus dengan daun pisang pula . Juga kueh spesial buat tamu di hari spesial lainnya ialah kueh sesagon yang terbuat dari bahan dasar ketan putih, kelapa sangrai, gula halus dicetak dengan cetakan persegi panjang diperoses dengan panggangan sehingga mendapatkan hasil yg unik dan rasa yang gurih dan manis . Juga ada pula kueh rancis yang terbuat dari tepung aren, gula halus, kelapa sangrai yang ditumbuk lembut sehingga mengeluarkan minyak dengan peroses di panggang juga.
Dan ada pula kue kumbu yang terbuat dari bahan dasar kacang tunggak yang sudah direbus, sangrai kelapa, gula putih, dan cara pengolahannya ditumbuk semua bahan, lalu di tata di nampan dan di iris-iris . Kueh ini hanya di dapat dikalangan keluarga tertentu saja seperti kalangan ajengan, kiyai .
Kueh-kueh tradisional ini hanya ada di moment hari raya saja itupun kini sudah langka karena disamping peroses pembuatannya yang rumit dan ribet juga karena sudah banyak kue-kue yang modern yang dijual di toko-toko kueh yang banyak dijumpai dan mudah untuk dibeli tanpa harus repot-repot membuatnya sendiri.
Kini kueh yang khas itu sudah tidak lagi ditemukan dan dan di sajikan karena pembuatan dan prosesnya yang memakan waktu dan terkesan ribed dan rumit sehingga 3 jenis kueh (sesagon rancis dan kumbu) ini seakan tergilas oleh zaman.
Terkadang ada kerinduan ingin mencicipi kueh-kueh tradisional tersebut. Tetapi sudah langka dan sudah jarang yang buat. Smoga kueh-kueh tersebut ada yang masih buat untuk mengobati rasa rindu dan kangen dengan kehadiran kue khas yang menjadi hidangan di hari raya.
Itulah sekelumit keunikan dan kehasan hidangan spesial di hari raya tempat tinggal saya bagaimana dengan tempat tinggal akhwan dan ikhwah fillah ???
Selamat menyambut hari raya idul fitri mohon maaf lahir batin
Smoga kita bisa bertemu kembali dengan ramadhan tahun depan dan semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT , Aamiin....ya Robbal Alamiin.
#by Millah spkk kronjo
#chalenge 24 day ramadhanrelikabtangerang
Komentar
Posting Komentar