Penantian Yang Panjang
Kalimat-kalimat yang terlontar dari mulut mereka seperti belati beracun yang menghujam jantungku , seperti panah yang terlepas dari busurnya mereka begitu mudahnya melepas panah-panahnya di jantung sasaran dengan mudahnya mereka ceplas-ceplos mengatakan kalimat yang tidak elok didengar dan membuat panas telingaku .
Seperti kalimat "wahh mandul kali", awas, loh suaminya menikah lagi", kurang subur kali tuh rahimnya, sampai pada kalimat "coba atuh di cek dua-duanya" dan lain-lain.
Mereka tidak pernah tahu perasaan dan isi hatiku dampak dari celotehan dan gunjingan yang mereka gunjingkan.
Tetapi kuhadapi sebagai motivasi agar aku lebih sabar, ikhlas lebih giat, berikhtiyar dan tak berhenti berdo,a memohon kepada Allah agar aku diberi kesempatan untuk dianugrahi seorang anak .
membuatku belajar sabar, kuat dan ikhlas menerimanya. Sambil terus berikhtiyar dan berdo,a agar kami secepatnya dikarunia anak dari pernikahan kami yang sudah 8 tahun lamanya.
Hari demi hari, pekan demi pekan, bulan demi bulan, tahun demi tahun, akhirnya di tahun ke 8 penantian panjangku terjawabkan.
Disaat kedukaan menyelimuti kluargaku, dengan kepergian ayah kami tercinta untuk selama-lamanya. Di saat itu pula lah hadir calon si jabang bayi dalam rahimku yang sudah memasuki 1 bulan .
Ya Allah, engkau yang maha rahman dan rahim, yang menggantikan penantian yang sekian lama , dan kepergian ayah kami untuk selamanya engkau ganti dengan garis keturunannya yang ada ada di rahimku ini.
Rasa duka bercampur haru menyelimuti perasaanku saat itu, bagaimana tidak, penantian panjangku, permohonan-permohonanku didengar dan dikabul sama Allah yang maha mengatur segala urusan dan maha penentu segalanya.
Disaat bersamaan harus ditinggal ayahku untuk selama-lamanya.
Satu sisi aku bersedih, berduka, kehilangan sosok ayah yang menjadi inspirasiku selama ini .
Disisi lain aku merasa bahagia , haru yang tak bisa terlukiskan karena dalam rahimku ada si jabang bayi yang akan lahir melengkapi kehidupan rumah tanggaku. Yang selama 8 tahun ini menanti kehadiran seorang anak dari pernikahan kami.
Terasa lengkap kebahagianku sebagai seorang istri di saat rahimku ada calon si jabang bayi yang akan hadir. Aku harus menjaganya dengan baik agar perkembangan janinku tumbuh dengan baik.
Bulan demi bulan , alhamdulillah perkembangan janin yang ada dirahimku berkembang dengan baik dan sehat. Dan aku sebagai calon seorang ibu yang baru pertama kali hamil menjalani hari-hari kehamilanku dengan baik dan sehat-sehat selalu tidak ada kendala.
Dan tibalah saat yang mendebarkan bagi seorang ibu yang akan menjalani dan mengalami peroses persalinan atau melahirkan. Yang akan mempertaruhkan jiwa dan raga demi menyelamatkan jabang bayi yang akan lahir dengan selamat apapun resiko yang akan dihadapi.
gelombang Alpha perutku saat itu.
Dengan hati tenang kurasakan saja rasa mulas yang melanda itu, kubawa aktifitas berjalan, menahan nafas dan membuangnya pelan-pelan, menyetrika dan lain-lain.
Agar rasa mulas itu berkurang fikirku saat itu, namun di keheningan Malam yang dingin Aku dikagetkan dengan keluarnya cairan berlendir bercampur darah dari alat vitalku.
Pelan-pelan kubangunkan suamiku dengan tenang aku sampaikan keadaanku, kalau-kalau ini tanda-tanda si jabang bayi akan segera lahir dan hadir ke muka bumi ini.
agar suamiku pun tidak khawatir kusampaikan agar segera memanggil dukun bayi desa terdekat untuk mengecek kondisi si jabang bayiku saat itu.
Dukun bayipun datang dan hadir mengecek kondisi kandunganku, dengan rasa agak cemas kusarankan juga pada suamiku ntuk memanggil ibu bidan tempatku periksa agar mengecek juga kondisi si jabang bayiku saat itu.
Dukun bayi dan ibu bidan keduanya telah hadir, dan keduanya pun sudah melaksanakan keahliannya masing-masing dan mereka berdua menyimpulkan belum saatnya melahirkan dan belum juga ada tanda-tanda pembukaan.
Akhirnya mereka berdua pulang
Selang beberapa hari kondisi perutku semakin menjadi jadi
Rasa mulas yang sangat bak
gelombang Alpha pun terjadi kembali dan semakin cepat.
Namun kubawa dengan santai dan tenang , kembali kusarankan suamiku untuk memanggil ibu bidan lagi yg saat itu (di tahun 2010 an bidan bisa dipanggil dan dijemput ke rumah).
kondisi ku diperiksa , denyut si jabang bayi pun diperiksa dan bu bidan menyatakan pembukaannya baru 2 dan denyut jantung si jabang bayi pun sudah lemah.
Yang membuat hati ini dag-dig-dug saat itu adalah denyut jantung si jabang bayi yang melemah bukan aku takut kalau-kalau aku melahirkan kemungkinan caesar , tetapi aku haawatir dengan kondisiku bayiku.
Dengan tenang ibu bidan yang menanganiku saat itu menyarankan agar aku dibawa ke RS Selaras untuk ditangani oleh Dokter spesialis kandungan yang membidanginya.
Dengan kemungkinan aku melahirkan caesar karena si jabang bayi yang ada dalam kandunganku detak jantungnya sudah lemah.
Dalam fikiranku , aku memohon Ya Allah ya Robbi engkau maha pengasih lagi Maha penyayang kalau memang peroses melahirkanku harus di caesar berikan Aku ketenangan, kelancaran juga kemudahan dalam melewatinya dan berikan kekuatan dan kesehatan pada bayi yang akan akan lahir ini.
Tanpa berlama-lama malam itu (malam kamis, tanggal 25 November 2010) aku bersama suami dan adik2x ku pun menuju ke RS Selaras -Cikupa dengan besar harapan aku masih bisa melahirkan dengan normal .
Peroses demi peroses akhirnya dokter yang menanganiku berkesimpulan aku melahirkan harus jalan di caesar dengan alasan si jabang bayi detak jantungnya sudah lemah dan pembukaan pun tidak nambah masih pembukaan 2 saja.
Dengan pertimbangan ini aku dan suamiku akhirnya bersedia Bismillah penandatanganan caesar pun di tandatangani suamiku.
Dengan tenang aku masuk di Ruang operasi , peroses caesarpun berlangsung. Ya Allah malam itu Aku melahirkan putraku yang ku nanti-nantikan selama 8 tahun dengan penantian panjang malam itu terlahir dengan selamat dengan peroses caesar.
Malam kamis tanggal 25 November 2010 jam 24.00 lanaku terlahir dengan selamat .
Putraku itu kuberi nama RIZQI LANA HAQIQI. Dan panggilannya Lana dengan harapan semua orang yang mengenalnya merasa memiliki dan menyayanginya , Kini lanaku sudah berusia 10 Tahun dan sudah duduk di kelas 5 naik ke kelas 6 MI saat ini.
Subhanallah pujiku tiada henti , Anakku selalu sehat, riang, cekatan, lincah, jarang sakit paling sakit panas karena kurang istirahat atau kena radang karena sering minum es dan mengkonsumsi makanan ringan seperti Ciki-ciki .
Maha suci Allah, dengan qadarullah wa biidznillah lanaku dikarunia multi Talent (bisa pidato, menggambar, kaligrafi, bisa merangkai lego dengan kreasi-kreasi yang rumit, pinter fashion show dan selalu mendapat juara kalau ada lomba, bisa memasak, dan pinter ngomong he he he ) dan Alhamdulillah sedari kelas 4 selalu masuk 3 besar di kelasnya.
Semoga lanaku kini dan kelak menjadi anak yg soleh, yg menjadi qurrata A,yun kami orang tuanya dan bisa membawa kami ke JannahNya bersama Aamiin2x yra
#by Millah Spkk kronjo
#kisah inpirasiku
#selamat Hari Anak Nasional 23 juli 2021
#edisi mengingat dan menuliskan pengalaman melahirkan putra pertamaku
#kesabaran, keyakinan akan qadarullah do'aku diqabul Allah dengan penantian selama 8 tahun
Komentar
Posting Komentar