Tikar Pandan untuk perlengkapan jenazah Mulai Langka
Di hari raya Idul Adha (selasa sore tanggal , 20 Juli 2021) tanpa sengaja kami mengobrol ngelor -ngidul bersama adik iparku yang bernama hj.Rohilah (yang sapaan akrabnya dipanggil dengan panggilan nong aji ilah).
Hj. ilah : Masya Allah, teh, bener-bener ya sekarang nih, dengan adanya C19, apa-apa mahal, apa-apa langka".
Bu Millah :" Astagfirullah, masa nong, apa saja yang sekarang langka di pasar tradisional?".
Nong Hj.ilah : "itu teh, tikar pandan, tahu kan teteh?' yang biasa harganya 250 k, sekarang menjadi 300 k, itupun jarang susah dicarinya".
Bu Millah:" Ya Allah, kok bisa yah, mahal sekali?? Ya mungkin, bisa jadi, karena langka itu makanya menjadi mahal, dan kalau teteh perrhatikan, tikar pandan kan susah yah, buatnya harus dianyam dan memerlukan waktu yang cukup lama yah?".
Nong hj ilah :" y teteh, jarang juga kalau ada mah barangnya ga apa-apa, ada saja yang berani membelinya, tapi ini mah sudah ga ada barangnya mahal juga harganya, kadang bingung, kasihan , sedih ga tega rasanya sama pembeli, tetapi harus bagaimana orang kenyataannya begitu, kita saja biasanya langsung dikirim tetapi saat ini dicari saja susah didapat.
Bu Millah :"ya juga yahh, inna lillah, sudah terkena musibah, membeli perlengkapan saja semahal itu
By Millah :" desa mana saja yang datang ke toko nong aji, untuk membeli perlengkapan-perlengkapan untuk jenazah?".
Nong hj.Illah : yang hampir setiap hari desa lontar, desa linduk, desa muncung, desa cirumpak, kronjo dan sekitar kecamatan mekar baru seperti pagenjahan, kerabun, dan lain-lain
Bu Millah :" terus bagaimana cara menjual perlengkapan-perlengkapan untuk keperluan jenazah itu?" apakah hanya jual tikar saja apa bagaimana ?".
Nong hj.Illah :" tidak teth, saya jual satu paket (tikar pandan, kain kafan, kapas, cendana, minyak wangi dll ) dengan harga 650 agar pembeli tidak ke toko lain lagi untuk mencari-cari perlengkapan lainnya.
Bu Millah :" Maa Sya Allah, mantappks bener adikk iparku ini".
Nong Hj illah : "ya puguh teh, pernah satu hari, ada pembeli perlengkapan untuk jenazah sebanyak 8 orang, saya yang melayani, memotong dan menggunting kain kafannya, sampai tangan saya gemetaran, dan deg-degan ", sampai saya sakit 2 minggu, tidak napsu makan , meriang, sampai lambung kambuh, terbayang-bayang kain kafan dan membayangkan banyak masyarakat yang meninggal ".
Bu Millah :" rata-rata yang meninggal bukan karena covid-19 , karena kalau covid-19 kan di urusnya dengan protokoler c19?".
Nong Hj.Illah :" ya juga sih teh yah, kata keluarga yang membeli ke toko saya, mereka rata -rata lansia, dan ada juga yang masih muda seperti warga benyawakan, kecamatan kemiri , masih sangat muda teh ".
Bu Millah :"he he he , Tapi Alhamdulillah kan sekarang sudah sehat kembali, bisa merayakan idul Adha, dan bisa ketemu teteh kembali di sini, kita sama-sama berdo,a dan berharap semoga situasi seperti saat ini segera berakhir dan bisa normal kembali Aamiin., tapi jangan lupa selalu menerapkan prokes yah say".
#by bu Millah spkk kronjo
#obrolan sore bersama adik ipar, yang berjualan kain kafan dan perlengkapan jenazah
Komentar
Posting Komentar